You are currently viewing Ternyata ini Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional
Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Ternyata ini Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional.

Pada umumnya, masyarakat memandang asuransi syariah dan konvensional itu sama saja. Ya, karena fungsi dari keduanya sama, seperti halnya makanan halal dan haram toh juga sama-sama makanan di depan kita.

Mari kita simak beberapa perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional berikut:

 

6 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional:

1. Dapurnya

Misal kita makan Soto, yang satu menggunakan daging sapi dan yang satu lain nya menggunakan daging babi. jika dihidangkan, mungkin secara tampilan sama, dan sama-sama mengenyangkan. Tapi kena satu soto bisa dikatakan halal (Syariah) dan satu non halal?

Hal itu berkaitan dengan “dapur”nya, dalam hal soto diatas, dapurnya adalah bahan penyajian nya yang mengandung unsur haram nya yang tidak sesuai syariat islam. Yaitu babi.

Bagaimana dengan halnya Asuransi, Bank, Pinjaman dan Instrumen keuangan lainnya? Ya, sama prakteknya dengan ilustrasi soto diatas.

Dalam penerapan nya, Instrumen keuangan itu dikatakan halal, jika tidak bertentangan dengan hal yang dilarang dalam agama Islam.

 

2. Terpisah Asuransi Syariah dan Konvensional

Khususnya dalam dunia Asuransi. Prudential sangat concern akan hal itu. Asuransi Prudential Indonesia tahun 2020 resmi men-split perusahaan menjadi 2 bagian, yaitu PT. Prudential Life Assurance dan PT. Prudential Syariah Life Assurance. Dan ini menjadi satu-satunya perusahaan Asuransi di Indonesia yang telah melakukan split akan Perusahaan Asuransi Syariah nya.

Otomatis “Dapur” dari 2 perusahaan itu terpisah, walaupun sejak 2009 Asuransi Prudential Syariah, dengan Asuransi Prudential konvensional secara keuangan dan system sudah terpisah. Nah sejak 2020, kini management nya terpisah.

Dalam praktek nya, jika Asuransi Prudential konvensional hanya diawasi oleh OJK, Asuransi Prudential Syariah diawasi juga oleh DSN-MUI dan OJK. Karena praktek ke”syariah”nya diawasi terus, baik launching produk, dalam menjalankan hingga klaimnya.

 

3. Produk Mirip tapi Berbeda untuk Unit Link

Tercatat saat ini Prudential Syariah memiliki banyak produk unggulan, baik yang Unit Link dan Tradisional. Begitu juga produk Asuransi Prudential Konvensional nya.

Untuk Unit Link, untuk Asuransi Prudential Konvensional ada Prulink Generasi Baru. Dan untuk Asuransi Prudential Syariah ada Prulink Syariah Generasi Baru.

Umumnya premi, manfaat, dan bahkan biaya asuransi baik prudential konvensional dan prudential syariah itu sama persis. Namun prudential syariah memberikan tambahan manfaat surplus underwriting.

Untuk Rider (asuransi tambahan)nya sama-sama memiliki:

– Asuransi Kesehatan konvensional bernama Pru Prime Healthcare Plus dan Asuransi Kesehatan syariah bernama Pru Prime Healthcare Plus Syariah (untuk prudential syariah).

– Asuransi Jiwa bernama Link Term dan Link Term syariah (untuk prudential syariah).

– Asuransi Sakit Kritis bernama Crisis Cover Benefit 61 dan Crisis Cover Benefit 61 Syariah (untuk prudential syariah).

– dan masih banyak rider lain nya.

 

4. Produk Tradisional Sangat Berbeda

Sedangkan untuk Produk Asuransi Tradisional / Asuransi Murni, produk Asuransi Prudential Syariah dan Asuransi Prudential konvensional memiliki perbedaan dan karakter yang mencolok. Contohnya:

– Asuransi Jiwa: Asuransi Prudential Konvensional memiliki produk PruWarisan, sedangkan Asuransi Prudential Syariah memilki produk bernama PruCinta.

– Asuransi Sakit Kritis: Asuransi Prudential Konvensional memiliki PCB88, sedangkan Asuransi Prudential Syariah memiliki PKKS.

– Asuransi Kesehatan: masing-masing memilki Pru Solusi Sehat Plus Pro (PSS Plus Pro), untuk versi prudential syariah bernama Pru Solusi Sehat Plus Pro syariah. Khusus ini, Premi yang syariah sedikit diatas konvensional, tapi memberikan potensi underwriting setiap tidak klaim.

– Asuransi Dana Pendidikan, untuk saat ini hanya dimiliki dari Prudential syariah, yaitu bernama PruCerah.

 

5. Syariah diawasi oleh DSN MUI

beda hal nya dengan Asuransi Konvensional, yang meluncurkan produknya lebih cenderung lebih cepat dibanding dengan Asuransi Syariah. Hal itu karena Asuransi konvensional hanya diawasi oleh OJK dan AAJI saja, sedangkan Asuransi Syariah diawasi oleh OJK, AASI dan DSN MUI. Sedangkan DSN MUI dalam perumusan dan penetapan produk tidak bisa sembarangan. Harus sesuai Syariah Islam. Tidak hanya peluncuran produk, bahkan dalam praktek pelaksanaan pun juga turut diawasi oleh DSN MUI juga.

 

6. Transfer Resiko vs Berbagi Resiko

di dalam Asuransi Konvensional, Jika resiko terjadi, maka Resiko yang terjadi adalah transfer resiko dari tertanggung (nasabah) kepada penaggung (perusahaan).

Beda halnya dalam Asuransi Syariah, maka jika terjadi resiko, maka yang terjadi adalah risk sharing alias berbagi resiko, karena resiko tersebut bukan dibebankan ke perusahaan. Karena perusahaan dalam hal ini hanya sebagai pengelola. sedangkan resiko di share ke anggota asuransi.

Artinya, jika kita ikut asuransi syariah, maka berniat baik untuk menolong yang sedang terkena resiko. dan jika kita terkena resiko, kita pun akan ditolong. itulah konsep tolong menolong atau tabarru dalam asuransi syariah.

Jika anda tertarik dengan Asuransi Syariah, silakan hubungi Seto di 081282000453 atau Vita di 08118133551. Kami juga melayani untuk pembuatan ilustrasi manfaat asuransi, dengan klik tombol berikut (Klik).

This Post Has One Comment

Tinggalkan Balasan